3000 Dokumen Bocoran WikiLeaks dari Jakarta


Wikileaks - Secret Embassy

klo bocoran soal UAN, Soal Ulangan harian, Soal UTS & UAS itu pasti dicari tapi klo bocoran tentang rahasia negara gimana ya…? Wikileaks akan membocorkannya,…. setelah beberapa negara dapat bocoran sekarang Indonesia pun mendapatkannya. Kita ketahui bersama bahwa bocoran terbesar adalah dari US tentang kebijakannya. Kita ketahui bersama juga bahwa informasi dan kebebasan informasi adalah milik bersama yang patut pula diketahui khalayak ramai. Walaupun memang perlu diakui dengan banyaknya bocoran ini dapat pula memicu perang antarnegara. Akan tetapi jika kebebasan informasi ini di cekal maka sama halnya kita hidup di bawah rezim diktator yang mengatasnamakan demokrasi. Tak ayal pemilik Wikileaks saat ini pun layaknya diburu seperti teroris.  Dengan informasi yang ada di wikileaks kita semua dapat tahu sepak terjang negara maupun pemimpinya seperti apa yang selama ini tidak ketahui. Ada baiknya informasi yang ada ditelusuri tentang kebenarannya, valid atau tidak dan kenapa informasi tersebut bisa bocor apakah karena sistem atau karena orang dalam, semua itu dapat ditelusuri. Semoga dengan semua informasi yang ada di wikileaks ini para pemimpin dunia bisa bijaksana dalam mengambil sikap dan kebijakan dalam memimpin negara, serta bijaksana juga dalam mengambil tindakan tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi, mengeluarkan pendapat ataupun dalam memberikan informasi.

berikut ini beberapa berita yang berkaitan bocoran wikileaks tentang Indonesia.

WikiLeaks Akan Bocorkan 3.000 Dokumen dari Jakarta

Fitraya Ramadhanny – detikNews | Rabu, 01/12/2010 14:21 WIB

Jakarta – Situs whistleblower WikiLeaks kembali menarik perhatian karena membocorkan kawat-kawat diplomatik pemerintah AS di seluruh dunia. Bahkan WikiLeaks rencananya akan membocorkan 3.000 dokumen lebih dari Kedubes AS di Jakarta. Apa kira-kira isinya?

Seperti dilansir detikcom dari situs resmi WikiLeaks, Rabu (1/12/2010), akan ada 251.287 kawat-kawat diplomatik yang akan dibocorkan ke publik. Kawat diplomatik ini utamanya dari Kemenlu AS ke berbagai Kedubes mereka di seluruh dunia dan sebaliknya. Periodenya dari 28 Desember 1966-28 Februari 2010.

Kawat diplomatik yang paling banyak dibocorkan adalah dari Kemlu AS sekitar 8.000 dokumen, kemudian dari Kedubes AS di Ankara, Turki, nyaris 8.000 dokumen.

Nah, ternyata ada juga dokumen rahasia dari Kedubes AS di Jakarta. Jumlahnya pun lumayan, ada sekitar 3.000 lebih kawat diplomatik dari dan ke Kedubes AS di Jakarta.

Namun hingga hari keempat WikiLeaks merilis kawat-kawat diplomatik itu, belum ada satu pun dokumen yang dibocorkan dari Kedubes AS di Jakarta. WikiLeaks mengeluarkan dokumen rahasia itu sedikit-sedikit.

“Ketimbang mengeluarkan dokumen-dokumen sekaligus, kami akan merilis data-data kedubes ini secara bertahap,” demikian penjelasan resmi mereka di situsnya.

WikiLeaks ingin agar publik tidak kehilangan fokus jika terlalu banyak dokumen penting dirilis bersamaan. Dengan dirilis bertahap, WikiLeaks ingin setiap dokumen mereka memberikan dampak maksimum.
Sejauh ini, kebanyakan dokumen yang sudah dirilis berasal dari negara-negara di Timur Tengah dan Amerika Latin.

WikiLeaks hanya memberikan gambaran secara umum dokumen-dokumen yang mereka bocorkan. “AS memata-matai sekutunya dan PBB, menutup mata terhadap korupsi dan pelanggaran HAM, lobi-lobi pintu belakang, melobi untuk kepentingan perusahaan AS,” demikian sedikit gambaran WikiLeaks.

Kira-kira, dokumen diplomatik seperti apa yang bakal dibocorkan dari Jakarta?
(fay/nrl)

Komisi I Prihatin Bocornya Data Tentang Indonesia

AntaraNews.com | Kamis, 2 Desember 2010 10:13 WIB

Jakarta (ANTARA News) – Anggota Komisi I DPR RI Teguh Juwarno mengaku prihatin bocornya data-data tentang Indonesia yang dimiliki oleh Amerika Serikat melalui internet.

“Kita sangat prihatin dengan bocornya informasi tentang Indonesia yang dimiliki oleh Amerika Serikat. Komisi I akan segera klarifikasi soal tersebut,” kata Teguh di Gedung DPR, Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, bocornya data-data tentang Indonesia yang dimiliki oleh Amerika Serikat di laman sebuah situs static.guim.co.uk membuktikan lemahnya Badan Inteligen Negara (BIN) dan Sandi Yudha untuk mengamankan rahasia penting negara ini.

Oleh karena itu, Komisi I akan mengklarifikasi soal bocornya informasi tersebut dengan mengundang Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Kepala BIN Sutanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Bocornya rahasia negara yang dimiliki oleh Amerika Serikat itu merupakan sebuah  peringatan kepada Indonesia, khususnya kepada BIN dan badan sandi negara.

Ia juga meminta kepada Presiden Yudhoyono untuk secepatnya mengambil langkah-langkah.

“Presiden Yudhoyono harus segera memerintahkan jajarannya untuk segera mengambil langkah-langkah penting, salah satunya adalah dengan mengajukan protes kepada pemerintah AS yang telah menyusup terlalu jauh tentang Indonesia,” kata dia.

Sebuah situs static.guim.co.uk berhasil membongkar data-data yang dimiliki oleh Amerika Serikat. Dari data-data yang dimiliki oleh AS itu, terdapat data-data penting tentang Indonesia.

Menurut informasi tersebut, ada 3.059 dokumen penting rahasia Amerika tentang Indonesia. Ribuan data tentang Indonesia disusun Kedutaan Besar AS di Jakarta.

Memang, tak ada rincian isi dan hanya klarifikasi dokumen resmi biasa dari laporan resmi untuk Kongres AS tentang Indonesia itu. Hanya disebut, ada laporan berjudul Congressional Research Service; Report RS21874 disusun Bruce Vaughn. Analis soal Asia Tenggara dan Asia Selatan dari Divisi Hubungan Luar Negeri, Pertahanan dan Perdagangan ini, mengupas singkat hasil Pemilihan Umum 2004 di Indonesia.
(ANT/B010)

Data Rahasia Indonesia Milik Inteligen AS Bocor

Antara |  alutsista.blogspot.com

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Teguh Juwarno mengaku prihatin bocornya data-data rahasia tentang Indonesia yang dimiliki oleh Amerika Serikat melalui internet.

“Kita sangat prihatin dengan bocornya informasi rahasia tentang Indonesia yang dimiliki oleh Amerika Serikat. Komisi I akan segera klarifikasi soal tersebut,” kata Teguh di Gedung DPR, Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, bocornya data-data inteligen Indonesia yang dimiliki oleh Amerika Serikat di laman sebuah situs static.guim.co.uk membuktikan lemahnya Badan Inteligen Negara (BIN) dan Sandi Yudha untuk mengamankan rahasia penting negara ini.

Oleh karena itu, Komisi I akan mengklarifikasi soal bocornya informasi tersebut dengan mengundang Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Kepala BIN Sutanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Bocornya rahasia negara yang dimiliki oleh Amerika Serikat itu merupakan sebuah peringatan kepada Indonesia, khususnya kepada BIN dan badan sandi negara.

Ia juga meminta kepada Presiden Yudhoyono untuk secepatnya mengambil langkah-langkah.

“Presiden Yudhoyono harus segera memerintahkan jajarannya untuk segera mengambil langkah-langkah penting, salah satunya adalah dengan mengajukan protes kepada pemerintah AS yang telah menyusup terlalu jauh tentang Indonesia,” kata dia.

Sebuah situs static.guim.co.uk berhasil membongkar data-data yang dimiliki oleh Amerika Serikat tentang Indonesia. Dari data-data yang dimiliki oleh AS itu, terdapat data-data rahasia penting tentang Indonesia.

Menurut informasi tersebut, ada 3.059 dokumen penting rahasia Amerika tentang Indonesia. Ribuan data tentang Indonesia disusun Kedutaan Besar AS di Jakarta.

Memang, tak ada rincian isi dan hanya klarifikasi dokumen resmi biasa dari laporan resmi untuk Kongres AS tentang Indonesia itu. Hanya disebut, ada laporan berjudul Congressional Research Service; Report RS21874 disusun Bruce Vaughn. Analis soal Asia Tenggara dan Asia Selatan dari Divisi Hubungan Luar Negeri, Pertahanan dan Perdagangan ini, mengupas singkat hasil Pemilihan Umum 2004 di Indonesia. (Antara)

3.000 File dari Jakarta Bocor di WikiLeaks, yang Deg-degan Justru AS

Nurvita Indarini – detikNews | Rabu, 01/12/2010 17:06 WIB

Jakarta – 3.000 Dokumen lebih dari Kedubes AS di Jakarta dan Konjen AS di Surabaya akan dibocorkan situs whistleblower WikiLeaks. Pemerintah Indonesia belum akan bereaksi terkait hal itu.

“Ya saya tahu ada 3.059 dokumen yang didapat dari Kedutaan AS di Jakarta. Tapi isinya apa kan kita nggak tahu. Bagaimana kita bereaksi kalau isinya saja tidak tahu,” kata Wamenlu Triyono Wibowo kepada detikcom, Rabu (1/12/2010).

Menurut dia, semua diplomat memang memberikan laporan observasi di negara yang penempatan kepada pusat. Laporan penilaian itu tentu ada yang sifatnya confidential.

“Kalau ini yang paling deg-degan adalah AS. Kan yang concern AS, bagaimana assesment mereka kepada kita. Kalau misalnya buruk, tentu mereka yang malu,” ucap Triyono.

Apakah setelah melihat dokumen baru bereaksi? “Even itu sudah terbit, ya kita belum tentu bereaksi. Kan belum tentu isinya membuat kita bereaksi. Penasaran juga ya apa isinya,” ucap Triyono sambil terkekeh.

Disampaikan dia, yang paling penting dari kasus wikiLeaks adalah ada pelajaran penting yang bisa diambil. “Ternyata di teknologi informasi, tidak ada yang tidak bisa ditembus. Buktinya AS yang canggih saja bisa. Apalagi yang belum canggih,” sambungnya.

Seperti dilansir detikcom dari situs resmi WikiLeaks, Rabu (1/12/2010), akan ada 251.287 kawat-kawat diplomatik yang akan dibocorkan ke publik. Kawat diplomatik ini utamanya dari Kemenlu AS ke berbagai Kedubes mereka di seluruh dunia dan sebaliknya. Periodenya dari 28 Desember 1966-28 Februari 2010.

Kawat diplomatik yang paling banyak dibocorkan adalah dari Kemlu AS sekitar 8.000 dokumen, kemudian dari Kedubes AS di Ankara, Turki, nyaris 8.000 dokumen.

Nah, ternyata ada juga dokumen rahasia dari Kedubes AS di Jakarta. Jumlahnya pun lumayan, ada sekitar 3.000 lebih kawat diplomatik dari dan ke Kedubes AS di Jakarta.

Namun hingga hari keempat WikiLeaks merilis kawat-kawat diplomatik itu, belum ada satu pun dokumen yang dibocorkan dari Kedubes AS di Jakarta. WikiLeaks mengeluarkan dokumen rahasia itu sedikit-sedikit.

WikiLeaks hanya memberikan gambaran secara umum dokumen-dokumen yang mereka bocorkan. “AS memata-matai sekutunya dan PBB, menutup mata terhadap korupsi dan pelanggaran HAM, lobi-lobi pintu belakang, melobi untuk kepentingan perusahaan AS,” demikian sedikit gambaran WikiLeaks.

Salah satu kabel diplomatik yang dibocorkan situs WikiLeaks adalah kehidupan pribadi Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Pada tahun 2007 lalu, para diplomat AS khawatir bahwa perceraian Sarkozy dari istrinya waktu itu, Cecilia, telah menyebabkan sekutu mereka itu lebih gampang marah dan tak terduga.
(vit/nrl)

Kemlu Harus Tanya Kedubes AS Apa WikiLeaks Bocorkan Pribadi SBY

Nurul Hidayati – detikNews | Kamis, 02/12/2010 09:45 WIB

Jakarta – WikiLeaks akan membocorkan lebih 3.000 kawat diplomatik dari Kedubes AS di Jakarta dan Konjen AS di Surabaya. Kemlu RI harus mengantisipasi hal itu dengan bertanya lebih dulu kepada Kedubes AS apa kira-kira isi kawat yang akan bocor itu.

“Apakah ada informasi terkait dengan SBY, baik sebagai pribadi atau Presiden, termasuk para pejabat lain,” ujar pakar hubungan internasional Prof Hikmahanto Juwana pada detikcom, Kamis (2/12/2010).

Hikmahanto menyayangkan statemen Wamenlu Triyono Wibowo yang menyatakan, “Bagaimana kita bereaksi kalau isinya saja tidak tahu.” Menurut guru besar UI ini, pernyataan ini mengindikasikan bahwa pejabat Kemlu kurang mau mengambil inisiatif untuk tindakan antisipatif. Padahal dokumen rahasia dari berbagai Perwakilan AS di dunia kepada Washington telah memunculkan berbagai reaksi baik di tingkat pemerintah maupun publik.

“Merujuk pada kegegeran yang diakibatkan oleh WikiLeaks, pemerintah Indonesia yang dikoordinasikan oleh Kemlu sudah sewajarnya mengambil sejumlah tindakan antisipatif,” ujar Hikmahanto.

Menurutnya, paling tidak 3 tindakan antisipatif yang bisa dilakukan Kemlu. Pertama, agar hubungan antara Indonesia dan AS tdak terganggu baik di tingkat pemerintahan maupun publik kedua negara maka ada baiknya pemerintah berkomunikasi dengan Kedubes AS dan menanyakan apa saja informasi yang akan dibocorkan. Apakah ada informasi terkait dengan SBY baik sebagai pribadi atau Presiden, termasuk para pejabat lain.

“Apakah ada kritikan yang merendahkan kebijakan pemerintah RI, terkait pemberantasan terorisme, korupsi dan profesionalitas aparat penegak hukum. Juga terkait kebijakan pemerintah tentang iklim investasi dll,” katanya.

Langkah kedua yang perlu diambil adalah melakukan strategi untuk menangani reaksi publik di Indonesia, terutama media massa. Ini tentunya setelah mendapatkan berbagai informasi dari Kedubes AS. Reaksi publik harus diperhitungkan karena tidak saja berpotensi mengganggu hubungan kedua negara, tetapi juga menggoyahkan pemerintahan SBY.

Langkah ketiga adalah upaya untuk meyakinkan pemerintah AS melakukan damage control atas bocornya berbagai informasi rahasia, tidak saja untuk kepentingan Indonesia, tetapi dunia. Sudah sewajarnya pemerintah AS meminta maaf kepada dunia atas tindakan para diplomatnya dalam pelaporan ke Washington, mulai dari mengkarakterkan pemimpin negara tertentu hingga usulan kebijakan-kebijakan yang berpotensi melanggar hukum internasional, bahkan penggambaran yang merendahkan negara di mana perwakilan AS berada.

“Tiga langkah ini merupakan antisipasi ketika WikiLeaks mempublikasikan berbagai hal yang terkait dengan Indonesia,” katanya.

Hikmahanto menekankan, Kemlu sudah sewajarnya membantu pemerintahan SBY yang dalam setahun terakhir ini didera oleh berbagai kecaman. Kemlu tidak boleh meremehkan apa yang akan dilakukan oleh WikiLeaks.

Seperti diberitakan, WikiLeaks banyak membocorkan hal-hal yang bersifat pribadi para pemimpin negara maupun kebijakan mereka. Misalnya saja Presiden Moammar Qadafi disebut gemar ‘suster pirang bertubuh montok’ asal Ukraina, kasus perceraian Presiden Prancis dengan Cecelia, serta menyebut Kanselir Jerman Angela Markel tidak kreatif. Kawat-kawat yang bocor mempermalukan AS sendiri maupun pejabat negara yang bersangkutan. (nrl/fay)

Sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: