FBI Tutup Megaupload



Berita ini sebenarnya pengen cepat-cepat di share waktu pas tahu, tapi berhubung sedang mengerjakan tugas kuliah jadi baru sekarang di share nya. Beberapa berita yang saya ambil dari situs-situs pemberitaan online saya sajikan sbb:

Dikutip dari tekno.kompas.com, Wicaksono Surya Hidayat | Jumat, 20 Januari 2012 | 10:43 WIB

 KOMPAS.com — Megaupload, situs berbagi file yang cukup populer, telah diperintahkan untuk ditutup oleh FBI dan Departemen Kehakiman AS. Tuduhannya tak lain adalah pembajakan. 

Seperti diberitakan LA Times, selain ditutup, pendiri Megaupload juga dikenai tuduhan melakukan pelanggaran hukum hak atas kekayaan intelektual.Kim Dotcom (dulu bernama Kim Schmitz) dan Mathias Ortmann, kedua pendiri Megaupload, dikabarkan telah ditangkap di Selandia Baru.

Departemen Kehakiman AS menyebut kasus ini sebagai kasus hak cipta terbesar yang pernah dilakukan oleh AS.

“Sasarannya adalah penyalahgunaan penyedia layanan penyimpanan dan distribusi publik untuk memfasilitasi pelanggaran hak atas kekayaan intelektual,” ujar pernyataan resmi mereka.
Megaupload dituduh menyebabkan kerugian sebesar 500 juta dollar AS. Situs itu memiliki lebih dari 150 juta pengguna terdaftar dan 50 juta pengunjung per hari.

Sementara itu Megaupload telah menyampaikan bantahan atas tuduhan tersebut. Mereka menyebut bahwa sebagian besar traffic-nya adalah legal.

“Jika industri konten mau memanfaatkan popularitas kami, kami akan dengan senang hati berdialog. Kami punya beberapa ide menarik,” demikian pernyataan resmi Megaupload.Sumber:

Berita Lainnya

Megaupload Resmi Ditutup

Trisno Heriyanto – detikinet | Jumat, 20/01/2012 09:53 WIB

Jakarta – Lantaran dianggap mengandung banyak konten ilegal Megaupload akhirnya ditutup. Hal ini merupakan buah tuntutan dari industri yang merasa dirugikan dengan keberadaan situs berbagi file tersebut.

Menurut Department of Justice di Amerika Serikat, Megaupload ditaksir telah merugikan industri senilai USD 500 juta. Sebab, situs tersebut sudah menampung jutaan konten ilegal seperti musik, film, dan file lainnya.

Dikutip detikINET dari Digital Spy, Jumat (20/1/2012), meski berbasis di Hongkong tapi ternyata Megaupload memiliki sejumlah server yang terletak di Ashburn, Virginia, Amerika Serikat. Inilah yang membuat pemerintah setempat berhasil membungkam situs tersebut.

Tak cukup hanya sekadar menutup situs Megaupload, empat orang yang mengoperasikan situs itu pun juga diciduk oleh pemerintah. Mereka adalah Kim Dotcom, 37 tahun, tiga karyawan yang berada di Selandia Baru, dan 3 karyawan lain yang belum diketahui identitasnya. ( eno / rns ) 

Sumber:

Penangkapan Bos MegaUpload Serupa Film Action

Rumah supermewah milik Schmitz dilengkapi dengan pengamanan ekstra ketat.

MINGGU, 22 JANUARI 2012, 16:27 WIB| Muhammad Firman

VIVAnews – Penutupan MegaUpload telah memunculkan berbagai respons dari seluruh penjuru Internet. Tetapi, drama penutupan itu tak sehebat penangkapan terhadap pendiri MegaUpload – Kim ‘Dotcom’ Schmitz – yang sangat mirip dengan kejadian di film-film aksi ala Hollywood.

Kediaman Kim 'Dotcom' Schmitz, pendiri MegaUpload di Selandia Baru

Kediaman Kim 'Dotcom' Schmitz, pendiri MegaUpload di Selandia Baru

Pada Jum’at 20 Januari 2012 itu, puluhan petugas polisi lengkap dengan kendaraan dan helikopter menyerbu kediaman Schmitz, warga negara Jerman berusia 38 tahun yang tengah bersembunyi di rumah mewahnya.

Sadar tengah diserbu, Schmitz kemudian mengaktifkan sejumlah kunci elektronik di sekeliling rumahnya dan menolak untuk memperkenankan polisi memasuki rumah seharga US$23 juta (Rp205 miliar) di kawasan Coatesville, Selandia Baru.

Saat polisi menerobos masuk, Schmitz kemudian membarikade dirinya di ruang perlindungan di rumahnya. Polisi kemudian berhasil membongkar pintu ruang pengamanan tersebut. Ternyata, Schmitz sudah berjaga-jaga dengan shotgun di sisinya. Untungnya tidak ada insiden lebih lanjut saat polisi melakukan pelacakan terhadap properti milik Schmitz.

Di Selandia Baru, polisi menyita sekitar 18 kendaraan mewah milik Schmitz senilai sekitar US$4,8 juta (Rp42 miliar). Polisi juga menyita perangkat elektronik dan uang sekitar US$8 juta dari akun bank yang berada di negara tersebut. Secara total, aset sekitar US$50 juta milik Schmitz di seluruh dunia dibekukan.

Saat ini, Schmitz menghadapi ancaman tuntutan hingga 20 tahun penjara dengan tuduhan konsiprasi untuk melakukan pelanggaran hak cipta, konspirasi untuk melakukan pencucian uang dan persekongkolan. Ia dan karyawan MegaUpload lain yang ditangkap juga tidak diberi opsi bebas dengan jaminan.Menurut Jeffrey Carr, pakar pengamanan Internet, Schmitz dan keluarganya memilih selandia baru karena negara tersebut ‘tidak terpantau radar’ dan jauh dari perhatian interpol. Meski demikian, negara itu juga memiliki pola hidup yang lebih baik dibandingkan dengan negara-negara Eropa Timur.
MegaUpload sendiri didirikan tahun 2005 lalu dan terus tumbuh hingga memiliki 150 juta pelanggan terdaftar. Saat ditutup, situs itu dikunjungi oleh sekitar 50 juta pengunjung per hari. Di sana, pengguna bisa mengupload video, musik, dan file-file lain dan membuat link URL untuk mendownload file yang bersangkutan.

Tak seperti situs lain, tak ada fasilitas search di MegaUpload. Situs ini mengandalkan penggunanya untuk mempublikasikan link terhadap file-file yang telah mereka upload.

Penangkapan Schmitz sendiri langsung menimbulkan gelombang protes dari para hacker. Kelompok hacker Anonymous kemudian langsung meretas situs-situs perusahaan yang bernaung di bawah Motion Picture Association of America (MPAA), Recording Association of America (RIAA), dan juga situs milik FBI dan Departemen Kehakiman AS. (umi)

• VIVAnews

Sumber:

Bos Megaupload Minta Duitnya Kembali

SABTU, 04 FEBRUARI 2012 | 04:05 WIB

TEMPO.CO Jakarta:CEO situs Megaupload,Kim Dotcom akan tetap mendekam di balik jeruji besi setelah permohonan bandingnya ditolak oleh pengadilan. Dia yang juga dikenal dengan nama Kim Schmidt muncul di pengadilan Wilayah North Shore pekan lalu.

Pria berusia 38 tahun ini ditahan bersama empat temannya setelah polisi menggerebek rumah mewah sewaannya yang bernilai US$ 30 juta atau Rp 268 miliar di Selandia Baru. FBI berusaha mengekstradisi mereka atas tuduhan pembajakan dan pelanggaran hak cipta musik, film dan file penting.

Dotcom yang ingin tetap tinggal di Selandia Baru meminta hartanya dikembalikan. Jaksa Raynor Asher menyetujui putusan pengadilan sebelumnya. “Tak ada tuntutan agar Dotcom tetap tinggal Selandia Baru, kecuali motivasinya untuk melawan tuduhan,” kata Asher.

Namun ia menambahkan, ada kemungkinan FBI tak menyita seluruh harta milik Dotcom. Hakim pengadilan, David McNoughton menyebut kasus situsMegaupload sebagai kasus pembajakan dunia maya terbesar di Amerika Serikat.

Dotcom menyangkal keterlibatannya dalam pembajakan dunia maya. Ia mengklaim dirinya dijebak oleh konspirasi yang dilakukan oleh otoritas Amerika Serikat.

Ia bersikukuh tidak mau meninggalkan anak dan istrinya di Selandia Baru. Pria kelahiran Jerman itu menyatakan tak ada alasan meninggalkan negara itu. “Apabila Saya ke luar negeri, Saya tak mungkin bisa membekukan aset Saya,” katanya.

Di pengadilan, Dotcom mengatakan, dirinya mendapat telepon dari seseorang yang menawarkan jaminan yang akan menguntungkan dirinya. Orang itu sekaligus meminta sejumlah bayaran.

Ia mengaku, dirinya dipukuli oleh Polisi dalam proses penggerebekan.

Polisi menangkap Kim Dotcom dan tiga pekerjanya atas tuduhan memfasilitasi praktik pembajakan dan pencurian hak cipta, pertengahan bulan lalu. Megaupload mendapat keuntungan senilai US$ 500 juta atau Rp 4,5 triliun.

Dengan jumlah pengguna mencapai 150 juta, tentunya situs ini menjadi situs file-sharing terbesar. Megaupload memiliki basis di Hongkong dan pemiliknya tinggal di Selandia Baru. Sejumlah server mereka terdapat di Virginia, Amerika Serikat.


Sumber:

  • NZ HERALD | THE TELEGRAPH | SATWIKA MOVEMENTI

Megaupload “Berjuang” untuk Hidup Lagi

 Reza Wahyudi | Wicaksono Surya Hidayat | Jumat, 20 Januari 2012 | 15:22 WIB
Halaman Megaupload di http://109.236.83.66/
KOMPAS.com – Megaupload, situs berbagi file yang cukup populer, hari ini tidak dapat diakses karena dipaksa tutup oleh FBI dan Departemen Kehakiman AS.
Penutupan Megaupload disebut karena di situs tersebut banyak ditemui konten-konten bajakan yang melanggar hak atas kekayaan intelektual.Seperti diberitakan LA Times, selain ditutup pendiri Megaupload juga dikenai tuduhan melakukan pelanggaran hukum hak atas kekayaan intelektual.

Kim Dotcom (dulu bernama Kim Schmitz) dan Mathias Ortmann, kedua pendiri Megaupload, dikabarkan telah ditangkap di Selandia Baru.

Saat ini, Megaupload yang mempunyai alamat http://www.megaupload.com  sudah tidak bisa diakses lagi. Begitu pula, link download file yang ditempatkan di Megaupload tak dapat diakses.

Namun, kelompok Anonymous, melalui akun Twitter-nya (@YourAnonNews), menyebutkan Megaupload sudah online kembali. Namun, kali ini tidak menggunakan alamat http://www.megaupload.com, tetapi dengan “tembak langsung” ke nomor IP, http://109.236.83.66.

Pada halaman tersebut, terdapat tulisan:
WE DON’T HAVE ANY DOMAIN NAME FOR NOW, ONLY THIS IP ADDRESS (http://109.236.83.66) BEWARE TO THE PISHING SITES!
This is the NEW MEGAUPLOAD SITE! we are working to be back full again

Berdasarkan informasi tersebut, sepertinya Megaupload sedang berusaha agar bisa online kembali. Kita tunggu saja.

Sumber:
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: