Kepercayaan Konsumen Online Tertinggi Sejak 2010


KAMIS, 03 MEI 2012 | 05:46 WIB

TEMPO.COJakarta— Hasil survei konsultan riset Nielsen menyebutkan kepercayaan konsumen online dari Indonesia tergolong tinggi selama kuartal pertama tahun ini. Indeks kepercayaan dari konsumen online Indonesia sebesar 118 atau setara dengan Filipina.

Dengan begitu, konsumen Indonesia masuk dalam jajaran tiga besar negara dengan optimisme keuangan di bawah India (123) dan Arab Saudi (119). »Kepercayaan konsumen Indonesia mencapai indeks tertinggi sejak 2010,” kata Managing Director Nielsen Indonesia, Catherine Eddy, Rabu 2 Mei 2012.

Optimisme konsumen Indonesia meningkat satu poin dibanding kuartal keempat tahun lalu, yaitu 117 poin. Survei Nielsen yang dilakukan selama 10-27 Februari lalu ini mengambil obyek 28 ribu konsumen online di Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Utara.

Survei dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden secara online. Adapun margin error dari survei ini berkisar 0,6 persen. Meski ada opsi kenaikan harga bahan bakar, menurut dia, keyakinan konsumen tetap terdongkrak oleh stabilitas ekonomi global. »Mereka akan membelanjakan uangnya pada kuartal mendatang,” ucap Catherine.

Dari hasil survei Nielsen ini juga tercatat 79 persen konsumen online Indonesia menyatakan kondisi keuangan mereka baik dalam jangka waktu 12 bulan mendatang. Mayoritas atau 54 persen konsumen online menyatakan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk berbelanja. »Tapi sebanyak 24 persen konsumen tetap khawatir akan kondisi ekonomi,” ujarnya.

Meski kepercayaan konsumen online ini cukup tinggi, pengusaha retail yakin perdagangan secara konvensional tetap diminati. Salah satunya, menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Retail Modern Indonesia Susanto, karena masyarakat perkotaan dan sejumlah daerah lain punya kecenderungan berbelanja sambil nongkrong di pusat belanja.

Konsumen online kebanyakan membeli perangkat telekomunikasi. Adapun untuk pembelian makanan dan pakaian, masyarakat Indonesia punya kecenderungan mencoba sebelum membeli. Karena itu, belanja online belum menjadi pesaing jenis belanja konvensional.

Tahun lalu pertumbuhan pasar retail mencapai angka 11 persen. Susanto memperkirakan industri ini tumbuh 15 persen hingga paruh pertama tahun ini. »Paling parah, kami optimistis pertumbuhannya minimal 10 persen,” katanya ketika dihubungi kemarin.

I WAYAN AGUS PURNOMO | RR ARIYANI

Sumber:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: